Kajian

Dakwah Kini Hadir di Layar, Bukan Hanya di Mimbar

Dakwah Kini Hadir di Layar, Bukan Hanya di Mimbar

Dakwah Kini Hadir di Layar, Bukan Hanya di Mimbar


Sinarmu.coDakwah Kini Hadir di Layar Bukan Hanya di Mimbar, hal itu disampaikan Muhammad Taufiq Ulinuha, dalam Webinar Syiar Digital yang diselenggarakan oleh Pusat Syiar Dakwah Muhammadiyah (PSDM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kamis (16/10).

Media sosial, menurut Taufiq, menjadi ruang baru dakwah berkemajuan yang harus dikerjakan dan dikelola dengan serius oleh seluruh pimpinan di semua level. Pengelola media sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah itu mengutip firman Allah dalam surat an-nahl ayat ke-125:

“Serulah (manusia) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik”

Advertisements

Dakwah, Taufiq melanjutkan, sebagaimana ayat tersebut memiliki tiga metodologi: hikmah (bijaksana), nasihat yang baik, dan argumen yang ramah.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan melalui media zoom itu, Taufiq menekankan bahwa media sosial adalah perantara dalam berdakwah. Sama dengan mimbar konvensional, dakwah di era saat ini harus memanfaatkan ruang digital.

Dakwah di Media Sosial Menjadi Penting

Saat ini, orang menggunakan sosial media rata-rata 3 jam 8 menit dalam sehari. Dengan sebaran pengguna hampir merata di semua kalangan usia. Mulai dari remaja, hingga lanjut usia.

Kelompok usia 18-34 tahun menjadi yang tertinggi dalam menggunakan media sosial, dengan prosentase 39%. Para pengguna dengan usia produktif ini, menurutnya, harus mendapat konten syiar dakwah, di tengah kegiatannya berselancar di media.

“Selain itu, media sosial adalah wajah organisasi. Maka media sosial harus kredibel, konsisten dalam membuat konten dan representatif,” ungkap Taufiq.

Prinsip dalam mengelola media sosial persyarikatan itu harus profesional, amanah dan kolaboratif. Tiga hal tersebut menjadi kata kunci penting, jika organisasi memiliki tim yang solid dan profesional, lalu ada pembagian kerja yang jelas, maka akan menciptakan harmoni yang baik.

Dakwah Sesuai Dengan Target Audiens

Dalam berdakwah, baik di media maupun secara langsung, tentu seorang dai harus melihat bagaimana karakter audiensnya. Tidak bisa disamaratakan, atau digebyah uyah. Menanggapi hal ini, Taufiq menyebut ada tiga model audiens di media sosial.

Generasi senior menyukai konten yang reflektif dan kajian-kajian yang mendalam, bukan yang sekedar lewat atau pendek. Sementara itu, generasi milenial menyukai konten visual, infografis dan konten motivasi.

Berbeda lagi dengan gen Z, mereka lebih menyukai konten yang cepat, seperti short di youtube, reels di instagram, Q&A dan live.

“Media sosial adalah amanah dakwah, mari kita jadikan dakwah digital menggembirakan. Kita sebar cahaya, bukan kebisingan,” pungkasnya.

dakwah kini
Advertisement
About Author

sinarmu

Sinarmu.co | Mencerahkan semesta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *