Berita

Selenggarakan Seminar Sex Education, PC IPM Lekok Gaungkan Bahaya Seks Bebas

Selenggarakan Seminar Sex Education, PC IPM Lekok Gaungkan Bahaya Seks Bebas

Selenggarakan Seminar Sex Education, PC IPM Lekok Gaungkan Bahaya Seks Bebas – Laporan Fitrotun Nazizah kontributor sinarmu.co


Sinarmu.co – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Lekok selenggarakan Seminar Sex Education (5/2). Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Jatirejo, aksi seminar tersebut mengusung tema “Pendidikan Seks Pra Nikah Dan Pencegahan Kekerasan Seksual Di Masyarakat”.

Bukan tanpa alasan, Ketua Pelaksana seminar tersebut, Evi Nur Utari mengatakan bahwa pelajar perlu mulai belajar tentang seks. “Berbicara mengenai seks maka banyak yang beranggapan bahwa seks ini adalah berhubungan seks. Padahal dalam pengartianya seks sendiri diartikan jenis kelamin yang membedakan pria dan wanita secara biologis,” jelas Evi.

Memaknai pemahaman tersebut sebenarnya apakah perlu pendidikan seks untuk remaja? Tentu saja sangat perlu! Sebab banyak sekali remaja pada saat ini yang masih belum memahami mengenai pendidikan seksual.

Ia menambahkan, alasan tersebut kuat didukung dengan salah satu penyebab yakni karena masih banyak orang tua atau guru yang menganggap tabu untuk membahas seks. Sehingga dari ketidak-fahaman tersebut para remaja merasa tidak bertanggung jawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya.

Sementara itu Walimatul Helmiyah, Koordinator Bidang Advokasi IPM Lekok mengatakan, PC IPM Lekok melihat kondisi miris pelajar di Indonesia akhir-akhir ini dengan maraknya kasus kehamilan di luar nikah. Hamil di luar nikah disebabkan karena seks bebas dan pelecehan seksual, khususnya di kalangan pelajar.

Helmiyah melanjutkan, dapat kita jumpai pada pemberitaan di media sosial dan juga terkait pengajuan pernikahan dini yang ada di beberapa wilayah Jawa Timur. Sehingga sebagai salah satu tugas yang dirasa menjadi sebuah tanggung jawab IPM sebagai bagian dari gerakan pelajar tentu dengan kesadaran itu kita memiliki suatu tindakan khusus untuk melakukan upaya penyadaran terhadap sesama sebaya.

“Kami tidak memiliki data pasti mengenai berapa jumlah kekerasan seksual atau kehamilan di kalangan pelajar yang ada di Kecamatan Lekok. Akan tetapi, terlepas dari itu pemahaman mengenai seks bebas harus benar benar disuarakan sebagai upaya mitigasi atau pencegahan. Oleh karena itu kita perlu sama sama mengetahui apa sih bahaya free sex? Dan bagaimana cara menghindarinya? Serta mengetahui juga bagaimana menurut pandangan hukumnya,” ucap Ketua Panitia Pelaksana Evi Nur Utari.

Acara seminar ini dipandu oleh Bripka Denny Wahyu P, S.H Kanit PPA Satreskim Polres Pasuruan Kota. Diikuti oleh 215 peserta dari beberapa sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Kecamatan Lekok acara ini juga turut dihadiri oleh beberapa tamu undangan seperti Camat Lekok, Mulyohadi, S.H, M.M., Koramil Lekok, Kapolsek Lekok. Tak ketinggalan, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lekok, Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Lekok, Kepala Desa yang ada di Kecamatan Lekok. Serta organisasi kepemudaan turut hadir dalam undangan acara tersebut.

Denny Wahyu dalam seminar tersebut berpesan kepada para peserta agar para peserta agar mereka pintar dalam memilih pergaulan agar. Hal itu ia sampaikan supaya mereka terhindar dari yang namanya seks bebas. “Harapan kami setelah mengadakan seminar ini supaya memberi gambaran kepada para pelajar mengenai bahaya dari seks bebas agar dapat mengantisipasi para pelajar khususnya yang ada di Kecamatan Lekok ini supaya bisa lebih berhati hati dan menghindari hal hal yang berhubungan dengan seksualitas,” tutup Wahyu. fn

About Author

sinarmu

Sinarmu.co | Mencerahkan semesta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *