Kajian

Tiga Dimensi Zakat Disampaikan Abdul Mu’ti di Rakornas III MPW

Tiga Dimensi Zakat Disampaikan Abdul Mu’ti di Rakornas III MPW

Tiga Dimensi Zakat Disampaikan Abdul Mu’ti di Pembukaan Rakornas III MPW PP Muhammadiyah


Sinarmu.co – Terdapat tiga dimensi zakat, hal itu disampaikan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd dalam pembukaan Rakornas III Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jum’at (10/10).

“Ada tiga dimensi di dalam zakat,” tutur Menteri Dikdasmen Republik Indonesia itu di Flores Ballroom Hotel Borobudur Jakarta.

Pertama, adalah tazkiyatun nafs. Secara teologis, zakat dapat membersihkan jiwa dari penyakit terlalu cinta pada harta. Penyakit pelit dan juga penyakit memperoleh uang dari cara-cara yang tidak benar.

Advertisements

Kedua, ia melanjutkan, tazkiyatul maal yaitu membersihkan harta dari hak orang lain. Ia menyebut, bahwa dari setiap harta kita, ada sebagian hak orang lain. Hal itu sebagaimana firman Allah swt pada surat at-taubah ayat ke-103.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Terakhir, zakat tazkiyatul musykilah, artinya zakat semestinya dapat mengatasi permasalahan, persoalan-persoalan yang ada di sekitar kita saat ini. Sebagai contoh, permasalahan ekonomi umat dan permasalahan sosial masyarakat, kata guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Dari pengelolaan zakat yang benar dan berorientasi pada pengentasan atau pembebasan, zakat dapat menjadi penolong masyarakat dari jeratan hutang, dari keterpurukan. Menaikkan derajat orang yang awalnya sebagai penerima zakat menjadi muzakki.

Kunci dalam menghadapi persoalan yang ada saat ini, menurut Mu’ti adalah keberanian kita semua untuk meredefinisi tafsir delapan asnaf, menjadi lebih transformatif. Serta mengubah pola pikir masyarakat tentang zakat infaq ataupun wakaf.
“Seperti slogan Lazismu itu, ‘Berderma tidak menunggu kaya’. Ini bagus, zakat tidak harus menunggu kaya, tidak harus menunggu nishab,” pungkasnya.

Advertisement
About Author

sinarmu

Sinarmu.co | Mencerahkan semesta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *