Berita

SIMAM Kembali Disimulasikan: Bangkitkan Semangat MPW

SIMAM Kembali Disimulasikan: Bangkitkan Semangat MPW

SIMAM Kembali Disimulasikan: Bangkitkan Semangat Majelis Pendayagunaan Wakaf se-Indonesia


Sinarmu.coTim Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah (SIMAM) memberikan simulasi pengisian aplikasi kepada seluruh Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) se-Indonesia, Sabtu (11/10).

Simulasi singkat tersebut dilaksanakan di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta Pusat dalam rangkaian kegiatan RAKORNAS III MPW Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Yeyen, salah satu SIMAM tim mengatakan bahwa aplikasi ini digunakan untuk pendataan seluruh aset Muhammadiyah di seluruh Indonesia, bukan hanya aset khusus wakaf.

Advertisements

Secara teknis, pengisian aplikasi ini memiliki logika yang sederhana. Bahwa untuk mengisi aset harus urut, dimulai dari tanah, bangunan atau gedung, ruang, barang, lalu kendaraan.

“Untuk melakukan input, yang paling awal harus kita input adalah tanah,” ungkap Yeyen.

Tidak bisa input gedung terlebih dahulu, karena logikanya gedung pasti berada di sebidang tanah. Begitu juga ruang, tidak bisa diinput sebelum bangunan. Tidak mungkin ada ruang rapat, misalnya, kecuali berada di dalam sebuah gedung.

Hal sama juga berlaku pada aset berupa barang. Sebuah inventaris barang pasti disimpan dalam sebuah ruang di sebuah gedung. Maka barang dan kendaraan diinput paling akhir.

“Sebaliknya, urutan untuk menghapus data aset, dimulai dari kendaraan dan barang, paling akhir adalah tanah,” jelasnya.

Aset tanah tidak bisa dihapus jika di atasnya masih ada data gedung, di dalam gedung masih ada ruang dan ada barang atau kendaraan yang melekat.

Seluruh PWM dan PDM termasuk admin SIMAM yang hadir pada kegiatan pagi itu, dihimbau agar lebih semangat, kreatif dan aktif untuk mendata kembali seluruh aset Muhammadiyah di tempat masing-masing.

“Mengisi SIMAM ini cukup lima sampai sepuluh menit saja, yang lama dan sulit ini adalah pengumpulan data asetnya,” pungkasnya, dibenarkan oleh seluruh hadirin.

MPW Termasuk Inti Perjuangan Muhammadiyah

Majelis Pendayagunaan Wakaf bukan majelis air mata, ini adalah salah satu majelis perjuangan utama Muhammadiyah. Hal itu ditegaskan oleh Mashuri Masyhuda, Sekretaris MPW PP Muhammadiyah, dalam pengantarnya menjelang Rakornas III MPW.

“Sejarah Muhammadiyah ini adalah wakaf, tidak ada gedung-gedung tinggi aset Muhammadiyah, kalau tidak ada gerakan wakaf di bawahnya,” ungkap Mashuri dengan semangat.

Hal itu, menurut Mashuri perlu dipahami oleh seluruh Pimpinan Muhammadiyah di semua level, agar MPW tidak dinomorduakan. Keberhasilan program-program MPW, dalam pandangannya, dapat mempercepat kemajuan persyarikatan.

Advertisement
About Author

sinarmu

Sinarmu.co | Mencerahkan semesta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *