Berita

Usai Baitul Arqam, Guru Sekolah Kreatif Bangil Ditarget Garap Ini

Usai Baitul Arqam, Guru Sekolah Kreatif Bangil Ditarget Garap Ini

Usai Baitul Arqam, Guru Sekolah Kreatif Bangil Ditarget Garap Inovasi Sekolah dalam 3 Bulan – Muhammad Ali Reza


Sinarmu.co – Penguatan ideologi di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pasuruan terus dikebut. Akhir pekan lalu, tepatnya Jumat–Sabtu (15–16/5), Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Islami (MPKSDI) PDM Kabupaten Pasuruan sukses menuntaskan Baitul Arqam Batch 2.

Bertempat di ‘Aisyiyah Training Center (ATC) Purwosari, perkaderan intensif ini diikuti oleh puluhan guru dan karyawan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil. Mengusung tema “Meneguhkan Ideologi, Menguatkan Loyalitas: Mewujudkan Militansi Guru dan Karyawan Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan”, kegiatan ini dirancang untuk mendongkrak militansi sekaligus komitmen dakwah para pendidik.

Bukan Sekadar Forum, Ada Target Nyata (RTL)

Berbeda dengan pelatihan biasa, lulusan Baitul Arqam Batch 2 ini langsung dihadapkan pada tugas berat. Seluruh peserta dibekali Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang wajib diselesaikan dalam kurun waktu maksimal tiga bulan ke depan.

Advertisements

RTL tersebut mengikat para guru dan karyawan untuk aktif dalam jajaran Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah sesuai domisili, menyemarakkan agenda PCM/PCA Bangil, hingga melaporkan rapor penilaian personal kepada kepala sekolah.

“Lebih dari itu, para peserta juga diwajibkan mengawal satu inovasi program di sekolah. Inovasi ini bisa berbentuk kajian Himpunan Putusan Tarjih (HPT) bulanan, pembiasaan kultur keislaman, atau program penguatan karakter yang mampu mendongkrak keunggulan sekolah,” tulis rilis resmi yang diterima redaksi sinarmu.co.

Kepala Sekolah: Guru Muhammadiyah adalah Teladan

Merespons gemblengan ideologi ini, Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil, Marisa Izzah, SPd, MPd, menegaskan bahwa Baitul Arqam adalah instrumen vital untuk membentuk watak pendidik yang berintegritas. Menurutnya, atmosfer kebersamaan dan ukhuwah selama di ATC Purwosari harus dibawa pulang ke sekolah.

“Baitul Arqam menjadi sarana untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian. Guru Muhammadiyah tidak hanya bertugas mengajar di kelas, tetapi juga mendidik dan menjadi teladan lewat nilai-nilai Islam Berkemajuan,” tegas Marisa.

Sepanjang dua hari, para peserta disuguhi materi komprehensif. Mulai dari pendalaman ideologi Kemuhammadiyahan, penguatan spiritual, pembinaan karakter, loyalitas organisasi, hingga sesi refleksi diri yang emosional.

Pesan Penguat dari Pimpinan Daerah

Kegiatan ditutup dengan suntikan motivasi dari Hj Ifani SPd, Ketua PDA sekaligus Pimpinan Harian PDM Kabupaten Pasuruan. Dalam amanat penutupnya, ia berpesan agar api dakwah dan loyalitas pasca-Baitul Arqam tidak boleh padam. Guru Muhammadiyah harus memosisikan diri sebagai penggerak yang memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.

Melalui momentum Batch 2 ini, MPKSDI Kabupaten Pasuruan kembali membuktikan komitmennya dalam menata mutu SDM pendidikan. Targetnya jelas: melahirkan jajaran pendidik yang solid, disiplin, dan siap mengawal misi dakwah persyarikatan lewat jalur pendidikan berkemajuan.

Advertisement
About Author

sinarmu

Sinarmu.co | Mencerahkan semesta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *