Menakar Langkah IMM di Usia 61: Refleksi, Proyeksi, dan Aksi Nyata untuk Memajukan Indonesia
Sinarmu.co –Dalam suasana penuh khidmat dan refleksi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) PC Pasuruan Raya menggelar acara peringatan Milad ke-61 dengan tema “Merawat IMM, Memajukan Indonesia” pada Sabtu, (22/3) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan.
Acara yang dikemas dalam format talkshow interaktif dan buka bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting bagi para kader untuk meninjau kembali perjalanan panjang organisasi, merumuskan proyeksi gerakan ke depan, dan merancang aksi nyata untuk kemajuan bangsa.
Acara ini dihadiri oleh para kader IMM Pasuruan Raya dari tingkat komisariat dan cabang, serta para keluarga alumni IMM yang turut memeriahkan suasana. Kehadiran keluarga alumni IMM memberikan warna tersendiri dalam acara ini, mengingat kontribusi dan pengalaman mereka dalam perjalanan panjang IMM.
Acara dibuka dengan sambutan yang penuh semangat dari Ketua Umum IMM PC Pasuruan Raya, M. Arif Yanuar. Dalam pidatonya, M. Arif Yanuar mengajak seluruh kader untuk merenungkan kembali esensi gerakan IMM yang sejak awal berakar pada kepedulian terhadap masyarakat. Ia menekankan bahwa merawat IMM berarti menjaga api semangat pengabdian, memperkuat jaringan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, dan terus berinovasi dalam merespons tantangan zaman.
“Merawat IMM sejatinya dimulai dari gerakan akar rumput yang tidak pernah mati, digelar dengan menjalin hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat,” tegas Arif sapaannya, mengingatkan bahwa kehadiran IMM harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Talkshow yang dipandu oleh Ummu Khanifah Qomariyah, menggerakkan diskusi yang produktif. Menghadirkan Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur, Devi Kurniawan, sebagai narasumber utama. Diskusi yang berlangsung dinamis dan interaktif ini menggali lebih dalam tentang berbagai isu strategis, mulai dari tantangan kaderisasi di era disrupsi, peran IMM dalam mengawal kebijakan publik, hingga kontribusi nyata IMM dalam menjawab permasalahan sosial keumatan.
Ummu Khanifah Qomariyah membuka dialog dengan mengajak para peserta untuk merenungkan kembali warisan pemikiran Rosyad Saleh, pendiri IMM yang visioner. Ia mengingatkan bahwa IMM didirikan dengan landasan pemikiran dan hikmah, yang menjadi kompas bagi setiap kader dalam bergerak dan berkontribusi.
“Rosyad Saleh selaku pemrakarsa berdiri IMM di tahun 1964 memiliki 2 dasar berfikir, yakni dengan pemikiran dan hikmah. Dua hal tersebut telah merawat proses berpikir dan tumbuh kembang kader IMM,” ungkap Ummu Khanifah Qomariyah, membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur organisasi.
Devi Kurniawan, dalam paparannya, memaparkan visi IMM Jawa Timur dalam menjalankan khidmat kebangsaan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta, untuk memperluas dampak positif gerakan IMM.
“Berbagai bentuk khidmat kebangsaan sedang diusahakan oleh IMM Nasional dan segera dieksekusi oleh Jawa Timur melalui kader-kader bangsanya. Kemitraan organisasi mahasiswa dengan instansi pemerintahan sudah harus dipandang positif. Tentunya dengan dasar yang kuat,” jelas Devi Kurniawan, menegaskan komitmen IMM dalam membangun sinergi untuk kemajuan bangsa.
Silaturahim Alumni Menuju Musyawarah FOKAL IMM Pasuruan Raya
Selain talkshow yang inspiratif, acara ini juga menjadi momentum penting bagi para keluarga alumni IMM Pasuruan Raya. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk membuka ruang diskusi dalam rangka pembentukan FOKAL (Forum Keluarga Alumni) IMM Pasuruan Raya. Pembentukan FOKAL ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para alumni untuk terus berkontribusi dalam memajukan IMM dan masyarakat.
Diskusi yang berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa ini diwarnai dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan kritis, masukan konstruktif, dan gagasan inovatif mengalir, mencerminkan semangat para kader untuk terus berkontribusi dalam merawat IMM dan memajukan Indonesia. Acara ini ditutup dengan buka puasa bersama dan ramah tamah, mempererat tali silaturahmi antar kader dan memperkuat komitmen untuk terus bergerak dan berkarya bagi bangsa.


