Berita

JATAM Kembangkan Pestisida Nabati untuk Kemandirian Petani

JATAM Kembangkan Pestisida Nabati untuk Kemandirian Petani

JATAM | Muhammadiyah Pasuruan Dorong Gerakan JATAM di Purwodadi: Kembangkan Pestisida Nabati untuk Kemandirian Petani


Sinarmu.co – Pasuruan – Pada Ahad (28/9) selepas Kajian Ahad pagi, Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pasuruan mengadakan pertemuan rutin bulanan. Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB, dan dihadiri oleh para anggota serta tokoh Muhammadiyah setempat.

Acara menghadirkan pemateri utama, Dr. Juniawan, M.Si, seorang pakar pestisida nabati dari Malang. Kehadirannya menjadi momentum penting bagi anggota JATAM untuk memperluas wawasan dalam bidang pengendalian hama dan penyakit tanaman (HPT) secara sehat dan ramah lingkungan.

Materi Utama: Pestisida Nabati sebagai Solusi

Dalam paparannya, Dr. Juniawan mengajak peserta untuk menggali potensi lingkungan sekitar, karena alam sejatinya telah menyediakan berbagai bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Hal ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian petani dan sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk kimia sintetis.

Advertisements
Materi Pestisida Organik oleh Pak Dr. Juniawan, M.Si

Beliau juga menjelaskan secara detail mengenai bahaya jangka pendek dan jangka panjang dari penggunaan pestisida kimia. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan manusia, tetapi juga pada lingkungan, tanah, air, serta keberlanjutan ekosistem. Karena itu, peralihan ke pestisida nabati menjadi kebutuhan yang mendesak.

Lebih lanjut, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman yang memiliki kandungan alami untuk mengusir hama, membunuh bakteri, atau menghambat pertumbuhan jamur. Dengan memanfaatkan tanaman sekitar, petani dapat memperoleh solusi yang murah, mudah, dan aman.

Salah satu poin penting adalah potensi penghematan biaya. Jika selama ini petani terbebani oleh harga pestisida kimia yang semakin mahal dengan dosis yang terus meningkat karena hama makin kebal, maka pestisida nabati bisa menjadi jawaban yang efisien dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, Dr. Juniawan, M.Si juga membuka wawasan bahwa dari bahan nabati bisa lahir peluang usaha baru. Contohnya, pembuatan produk pengharum ruangan alami atau pengusir nyamuk yang berbasis tanaman lokal. Inovasi ini tidak hanya bermanfaat bagi pertanian, tetapi juga membuka ruang untuk pengembangan ekonomi kreatif di pedesaan.

Sebagai tindak lanjut, disepakati akan ada kunjungan ke tempat penelitian dan praktik lapangan Dr. Juniawan dalam waktu dekat. Kunjungan ini bertujuan agar anggota JATAM dapat melihat langsung proses pembuatan, pengujian, serta penerapan pestisida nabati di lapangan.

Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif juga menambah antusiasme peserta. Banyak pertanyaan muncul seputar penyakit tanaman akibat jamur, bakteri, dan virus, baik mengenai cara pencegahan maupun metode pengobatan yang sesuai. Diskusi ini memperkaya pengetahuan anggota dan mempertegas pentingnya pertanian berbasis ilmu.

Pembentukan JATAM PCM Purwodadi

Selain materi utama, momentum pertemuan di Desa Capang ini juga menjadi saksi pembentukan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purwodadi. Langkah ini menandai perluasan gerakan JATAM hingga ke tingkat cabang, sehingga semakin banyak petani dapat terorganisir dan bergerak bersama dalam semangat dakwah pertanian.

Jatam PCM Purwodadi terbentuk dan siap berkiprah bersama Jatam Pasuruan

Ketua JATAM PDM Pasuruan, Bapak Anas, menegaskan bahwa kehadiran Dr. Juniawan ibarat seorang pembawa risalah pertanian sehat, yang mengajarkan kepada para petani bagaimana cara berpraktik pertanian yang benar, khususnya dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pesan ini sejalan dengan misi Islam berkemajuan, yaitu memberi peringatan dan pencerahan agar manusia tidak lalai terhadap amanah menjaga alam.

Dalam kesempatan itu, Dr. Juniawan menyampaikan,

“Petani sebenarnya tidak perlu jauh-jauh mencari solusi. Alam di sekitar kita sudah menyediakan tanaman yang mampu mengendalikan hama secara alami. Jika ini dikembangkan, kita bukan hanya menyelamatkan kesehatan manusia dan lingkungan, tetapi juga bisa menghemat biaya produksi secara signifikan.”

Sementara itu, Bapak Anas, Ketua JATAM PDM Pasuruan menambahkan,

“JATAM ingin mengajak petani Muhammadiyah untuk kembali kepada pertanian yang selaras dengan fitrah alam. Dengan pestisida nabati, kita tidak hanya berbicara soal hasil panen, tetapi juga dakwah menjaga bumi sebagai amanah Allah. Inilah jalan pertanian berkemajuan yang kita perjuangkan bersama.”

Meneguhkan Dakwah Pertanian Berkemajuan

Pertemuan di Desa Capang ini bukan sekadar forum silaturahmi, tetapi juga dakwah pertanian yang membawa semangat perubahan. Dengan ilmu, inovasi, dan kebersamaan, JATAM berupaya mengarahkan petani Muhammadiyah menuju praktik pertanian yang sehat, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Dengan lahirnya JATAM PCM Purwodadi serta inspirasi dari materi pestisida nabati, diharapkan semakin banyak petani yang tercerahkan dan siap menerapkan prinsip pertanian Islami yang menyehatkan umat serta melestarikan bumi.


📌 Kegiatan ini terselenggara atas dukungan penuh JATAM PDM Pasuruan bersama PCM Purwodadi serta masyarakat Desa Capang.

Advertisement
About Author

sinarmu

Sinarmu.co | Mencerahkan semesta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *