Begini Perjalanan LSBO Kabupaten Pasuruan dan Kiai Cepu di Tosari – Laporan Sekretaris LSBO PDM Kabupaten Pasuruan
Sinarmu.co – Awal tahun 2026 menjadi langkah penting bagi LSBO PDM Kabupaten Pasuruan. Pada Sabtu (3/1), ketua LSBO Kabupaten Pasuruan Zulfikar, bersama sekretaris Ibrahim, serta Ilham selaku seniman karawitan berangkat dari Bangil menuju kediaman pelukis nasional Muhammadiyah, Cak Badrie, di Grati.
Di tempat itu, Kiai Cepu—Kusen, Ph.D.—telah bermalam sejak sehari sebelumnya. Pada pagi yang sama, dua staf LSB PP Muhammadiyah, Diva dan Sofia, juga merapat untuk bergabung dalam rombongan.
Dari Grati, perjalanan dilanjutkan menuju Tosari. Perjalanan sekitar satu jam setengah itu membawa rombongan ke rumah almarhum Bapak Lindu, kakek Pak Edie (Ketua PCM Tosari). Rumah tersebut bukan sekadar tempat singgah, tetapi ruang sejarah dakwah.
KH Ahmad Dahlan pernah bermalam dan mendirikan langgar di tempat itu setahun sebelum wafat pada 1923. Kehadiran LSBO seolah menyambung kembali napak tilas dakwah kultural Muhammadiyah di kawasan pegunungan itu.
Lesehan LSBO: Kiai Cepu Tekankan Dakwah Kultural Melalui Jalan Keluwesan
Menjelang Magrib, Masjid Sabilul Muttaqin Desa Mororejo dipenuhi jamaah yang antusias menyambut Lesehan LSBO perdana bertema “Pendekatan Dakwah kepada Umat melalui Kebudayaan.” Suasana lesehan membuat dialog terasa akrab dan luwes, sejalan dengan gagasan yang dibawa Kiai Cepu.
Dalam pemaparannya, Kiai Cepu menekankan pentingnya dakwah yang membumi, mengikuti cara Nabi yang “mengambil bentuk, mengubah isi”.
Menurutnya, dakwah yang terlalu menonjolkan fikih justru dapat seret ketika menyentuh akar rumput, sementara budaya menyediakan pintu masuk yang lebih halus dan dapat diterima masyarakat awam. Pesan ini disampaikan dengan gaya Kiai Cepu yang jenaka, ringan, tetapi berbobot—membuat jamaah mudah menangkap inti gagasannya.
Antusiasme warga PCM Tosari sangat terasa. Banyak yang mengusulkan agar Lesehan LSBO kembali digelar di Tosari pada kesempatan berikutnya karena merasakan manfaat dari cara penyampaian Kiai Cepu yang dekat dengan keseharian mereka.
Akhir Perjalanan, Sempat Berdialog Khusus Dengan Warga Hindu
Usai kajian ba’da Isya, rombongan beristirahat di rumah yang telah disiapkan Edie, anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tosari. Keesokan paginya, 4 Januari, setelah berpamitan, perjalanan dilanjutkan ke Wonokitri untuk menjemput Ibu Lestini—seorang warga beragama Hindu—yang ingin berdialog pribadi dengan Kiai Cepu.
Seusai dari sana rombongan menuju rumah Ilham di Wadang, Nongkojajar, untuk bersilaturahmi sebelum akhirnya kembali ke kediaman Pak Badrie di Grati menjelang siang. Karena Kiai Cepu harus segera melanjutkan perjalanan dakwahnya ke tempat lain LSBO PDM Kabupaten Pasuruan harus berpisah dengan Kiai Cepu dan merangsek pulang ke Bangil.
Lesehan perdana LSBO ini menjadi pembuka yang kuat bagi program dakwah kultural LSBO PDM Kabupaten Pasuruan di tahun 2026, menegaskan komitmen bahwa dakwah yang hidup adalah dakwah yang menyapa manusia melalui bahasa yang mereka pahami: kebudayaan, keseharian, dan kedekatan.

